Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, MUI: Masih Kami Dalami

Antara ยท Kamis, 12 Desember 2019 - 19:24 WIB
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, MUI: Masih Kami Dalami
Siswa SD sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. (Foto: Dok.iNews.id)

SOLOK, iNews.id – Masyarakat Solok, Sumatera Barat dihebohkan dengan viralnya soal ujian semester I kelas IV SD di Kecamatan Junjung Sirih yang dinilai melecehkan kepribadian dan sikap Nabi Muhammad SAW, Rabu (11/12/2019).

Dalam soal ujian PAI yang sudah terlanjur dikerjakan oleh siswa pada Senin 9 Desember 2019 di 16 sekolah dasar di Kecamatan Junjung Sirih itu, muncul soal dengan nomor urut 13 yang berisikan.

Sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut kita teladani adalah:

A. Malas Belajar
B. Mengerjakan tugas belajar
C. Menjaga nama baik sekolah dan guru
D. Menjaga nama baik orang tua.

Terkait dengan viralnya naskah ujian semester SD itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Solok, Sumatera Barat masih memeriksa dan mendalami munculnya soal tersebut.

“Yang jelas, kami masih mendalami terkait munculnya soal ujian yang sangat meresahkan masyarakat dan umat Islam ini, masih dalam proses," kata Sekretaris Umum MUI Kabupaten Solok, Elyunus, Kamis (12/12/2019).

Dia mengatakan, apakah itu kejadian tersebut masuk ranah penistaan agama atau tidak, itu tergantung dari hasil investigasi yang akan dilakukan oleh MUI Kabupaten Solok bersama pihak terkait.

Elyunus menyebutkan, persoalan itu harus dilihat dari dua sisi, baik dari mekanisme kelembagaan di dinas dan juga perbuatan yang menyebabkan munculnya soal ujian yang bertentangan dengan keyakinan umat Islam.

BACA JUGA: Gus Muwafiq Minta Maaf soal Ceramahnya yang Dianggap Hina Nabi Muhammad

Secara kelembagaan, proses penyelesaian terhadap kejadian itu diserahkan pada yang pihak terkait. Secara perbuatan yang berpotensi menyinggung perasaan umat Islam akan dilakukan pendalaman lebih lanjut.

"Kami akan gali lebih dalam lagi terkait munculnya soal ujian tersebut, akan diklarifikasi kepada semua pihak terkait sesuai dengan prosedur yang ada. Kami tidak akan memberikan putusan tanpa kajian yang mendalam," kata Elyunusnya.

Menurut Elyunus, secara harfiah, soal tersebut jelas-jelas bertentangan dengan keyakinan umat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang mulia dan jauh dari sifat dan sikap seperti yang dimuat di soal ujian itu.

“Ini masuk ke ranah penistaan agama atau tidak akan didalami lagi, tapi sejatinya munculnya soal seperti itu tergantung niat. Kalau itu kesalahan yang tidak disengaja tentu ada pertimbangan lain," ujarnya.

Meski demikian, kata dia, MUI Solok juga akan menilai sejauh mana karakter orang yang terlibat dalam membuat soal. Kalau memang ada kecenderungan unsur kesengajaan tentu ada proses lebih lanjut dan sanksi.

"Kalau sekarang mereka yang membuat soal seperti ini sudah terkena sanksi secara sosial, kalau secara hukum tentu akan dilihat proses lanjutnya," ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki