Tato Mentawai dan Dayak, Jadi Jati Diri dan Penerang Jalan menuju Keabadian setelah Meninggal

Pratitis Nur Kanariyati · Selasa, 11 Januari 2022 - 18:04:00 WIB
Tato Mentawai dan Dayak, Jadi Jati Diri dan Penerang Jalan menuju Keabadian setelah Meninggal
Tato Mentawai tertua di dunia (Foto: Instagram/matasulu)

JAKARTA, iNews.id - Tato di Nusantara sudah muncul sejak zaman nenek moyang. Seni rajah ini menjadi hal yang sakral dan luhur bagi masyarakat di beberapa suku. 

Bagi mereka, tato tidak boleh dilepas atau bahkan dihapuskan dari adat istiadat mereka. Karena itu, budaya tato masih diturunkan dari generasi ke generasi sebagai warisan yang suci. 

Motif dan pengerjaannya juga tidak boleh sembarangan karena punya makna mendalam. Di Indonesia, tradisi unik ini bisa ditemukan setidaknya di tiga suku. Salah satunya di Mentawai, yang menjadi tertua di dunia. 

Berikut 3 tradisi tato yang berasal dari suku di Indonesia:

1. Tato Mentawai, Tato Tertua di Dunia

Berasal dari Suku Mentawai, Sumatra Barat, dinobatkan sebagai tato tertua di dunia sejak 1500 M. Bahkan, usianya lebih tua dari tato Mesir yang baru muncul pada 1300 SM. 

Tato Mentawai merupakan sebuah seni melukis di atas kulit. Tinta yang dipakai berasal dari arang kayu atau bekas pembakaran yang dihaluskan dan dicampur dengan perasan tebu. 

Tato Mentawai. Metode tato tertua di dunia dari Mentawai. (Foto: Instagram xave94sakeletuk)
Tato Mentawai. Metode tato tertua di dunia dari Mentawai. (Foto: Instagram xave94sakeletuk)

Setelah itu, duri atau jarum dicelupkan pada tinta dan ditusukkan pada lapisan kulit membentuk rupa-rupa motif. Tato dapat diberikan pada bagian mata kaki, jari, dada rusuk, leher, hingga pipi.

Masyarakat Suku Mentawai menganggap tato tersebut merupakan busana abadi yang dapat dibawa mati. Tato Mentawai memiliki makna tersendiri. 

Tato itu berfungsi untuk menunjukkan jati diri dan perbedaan status sosial dalam masyarakat. Objek seperti batu, hewan, dan tumbuhan dalam tradisi orang Mentawai harus diabadikan di tubuh mereka.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: