Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Bukittinggi, Sumatera Barat menangkap dua orang terduga pelaku tindak pidana perdagangan orang. (Foto: Antara).
Antara

BUKITTINGGI, iNews.id - Polisi menangkap dua orang terduga pelaku tindak pidana perdagangan orang. Penangkapan berlangsung di salah satu hotel di daerah Bukittinggi.

Kepala Satreskrim Polresta Bukittinggi AKP Fetrizal di Bukittinggi mengatakan, kedua terduga pelaku ditangkap setelah mencarikan pekerja seks komersial (PSK) kepada seorang pemesan di Hotel D, Jumat (4/11/2022).

"Berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa adanya korban perdagangan anak inisial F (18), kami berhasil menangkap dua pelaku terduga TPPO (tindak pidana perdagangan orang) inisial I (21) warga Agam dan A (23) warga Kota Bukittinggi," ujar Fetrizal di Bukittinggi, Sabtu (5/11/2022).

Dalam penangkapan itu, kata dia polisi juga menemukan barang bukti berupa alat kontrasepsi, tiga unit handphone (HP) yang digunakan untuk memesan korban, tisu dan uang tunai.

Dia menuturkan, kedua pelaku bekerja sama untuk mencari korban sesuai pesanan melalui aplikasi dan menjualnya seharga Rp1,2 juta. 

"Uang itu dibagi Rp600.000 untuk korban dan sisanya untuk mereka. Awalnya pemesan meminta dicarikan pekerja seks komersial, namun tidak bertemu dan dicarikan melalui aplikasi kemudian dipertemukan di Hotel D," tuturnya.

Saat penangkapan, lanjut dia tidak ada perlawanan dari pelaku. Menurutnya, mereka mengaku baru pertama kali melakukan perbuatannya.

"Itu pengakuan pelaku saat ini, akan terus kami dalami, bukan tidak mungkin adanya sindikat perdagangan orang di daerah ini," ucapnya.

Sementara itu, kedua pelaku mengaku terpaksa mencari pekerja seks komersial atas permintaan dari kenalan mereka yang berhubungan dengan pemesan.

"Saya dipaksa-paksa mencarikan karena tidak dapat, saya minta A mencari di aplikasi. Sebelumnya tidak pernah saya (melakukan) seperti ini," kata salah satu pelaku berinisial I.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA TERKAIT