Ratusan rumah di Pasaman Barat roboh dan rusak usai diguncang gempa M6,1 (Twitter)
Nur Ichsan

PASAMAN BARAT, iNews.id - Sebanyak 2.993 unit rumah rusak akibat bencana gempa bumi magnitudo 6,1 di Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar). Angka itu diketahui dari perkembangan data terupdate pada Jumat (11/3/2022).

"Berdasarkan perkembangan data terkini di Pasaman Barat pada Jumat (11/3/2022), pukul 06.30 WIB, tercatat total rumah rusak mencapai 2.993 unit," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Jumat (11/3/2022).

Dia menambahkan, untuk rumah rusak berat mencapai 1.240 unit, rusak sedang 703 unit dan rusak ringan 1.050 unit. 

Abdul mengatakan, kerusakan lain yaitu pada fasilitas pendidikan dengan rincian rusak berat 19 unit, rusak sedang 14 unit dan rusak ringan 42 unit.

"Pada fasilitas kesehatan terdampak tercatat rusak berat enam unit, rusak sedang lima unit dan rusak ringan tujuh unit," katanya.

Selanjutnya, pada fasilitas tempat ibadah rusak berat 22 unit, rusak sedang tujuh unit dan rusak ringan 11 unti. serta fasilitas kantor pemerintah tercatat rusak ringan sembilan unit dan rusak ringan 29.

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah memulai untuk membangun hunian sementara (huntara) sebanyak 25 unit. Huntara tersebut berada di Jorong Tanjung Beruang, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau. Pembangunan ini didukung oleh Palang Merah Indonesia (PMI) wilayah Pasaman Barat dan TNI. 

Pasaman Barat telah mengakhiri status tanggap darurat pascabencana gempa magnitudo 6,1. Pemda kini menetapkan status tanggap darurat ke pemulihan. Status ini ditetapkan selama 90 hari, terhitung mulai 11 Maret hingga 8 Juni 2022

Sebelumnya Pasaman Barat menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, mulai dari 25 Februari 2022 hingga berakhir pada 10 Maret 2022. 


Editor : Nur Ichsan Yuniarto

BERITA TERKAIT