Awak kapal bersama kapten tersebut seluruhnya empat orang yakni Husen, Polo (50), Andika (44) dan Markus (24). Mereka lalu mencoba naik ke perahu mesin tempel yang sering mereka dibawa untuk menyuplai barang-barang dari kapal ke darat.
“Kami pergi ke darat dan minta bantuan warga. Beberapa perahu mesin tempel bersama damkar ikut memadamkan api,” ucapnya.
Sementara Zaidir saksi mata menceritakan, kejadiannya berlangsung begitu cepat. Ketika itu dia sedang duduk di belakang rumah tiba-tiba keluar asap hitam dari kapal disusul dengan api besar.
“Tak lama saya lihat perahu warga berdatangan ke selat menyiram kapal. Kondisinya sudah rusak parah,” ujarnya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait