"Pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum," ucapnya.
Berdasarkan keterangan awal, perangkat yang diduga sebagai bom rakitan disebut dirakit sendiri oleh pelaku di rumah menggunakan bahan-bahan yang diperoleh secara daring tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ledakan tersebut. Seluruh barang bukti yang berkaitan dengan kejadian telah diamankan oleh kepolisian untuk kepentingan penyelidikan.
Saat ini, Densus 88 bersama Polda Sumatera Barat masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan alat bukti guna mengungkap secara utuh motif dan proses pembuatan bom rakitan tersebut.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait