Kapolres Bengkulu AKBP Andi Daddy Nur Cahyo. (ANTARA/Anggi Mayasari)
Antara

BENGKULU, iNews.id - Oknum polisi berinisial BA dan istrinya YA menjadi tersangka KDRT karena menganiaya asisten rumah tangga (ART). Hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap keduanya dipastikan tidak mengalami kelainan jiwa. 

"Kedua tersangka sudah menjalani pemeriksaan kejiwaan dan hasilnya dipastikan sehat dan normal atau tak memiliki kelainan jiwa," ujar Kapolres Bengkulu AKBP Andi Daddy Nur Cahyo, Jumat (8/7/2022),

Selain itu, dia memastikan kasus dugaan penganiayaan oknum polisi terhadap ART ini akan terus berlanjut, sekalipun ada perdamaian di antaranya pelaku dan korban.

Sebab penganiayaan ini merupakan kasus murni pidana sehingga polisi tidak berhak untuk memutuskan atau menghentikan perkara tersebut. Selai itu, surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan (SPDP) perkara tersebut telah disampaikan kepada Kejaksaan.

Menurut Andi, anggotanya telah memeriksa kondisi korban yang belum dapat memenuhi panggilan penyidik untuk memberi keterangan. Sebab kondisi korban masih mengalami trauma.

"Korban tidak menyangka kasus yang menimpanya menjadi pembicaraan di tengah masyarakat sehingga merasa khawatir karena menjadi sorotan publik," katanya.

Diketahui, tersangka BA dijerat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Pasal 44 juncto Pasal 64 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara.

Sebelumnya, seorang ART perempuan berinisial YS melaporkan majikannya yang merupakan anggota Polri ke Polres Bengkulu. Tak hanya dianiaya, gaji korban juga tak dibayar selama lima bulan bekerja.

Korban mengaku disiram air panas, air cabai, ditusuk besi, leher diikat kabel dan dipukul di bagian mata. Kekerasan yang dialami YS terungkap saat dia keluar rumah dan terlihat oleh tetangganya. Tetangga tersebut lalu mengantar YS melapor ke Polres Bengkulu.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT