Calon Pendeta Gantung Diri Tinggalkan Surat, Minta Orang Tua Tak Pindah Gereja

Rus Akbar ยท Rabu, 24 Maret 2021 - 14:50:00 WIB
Calon Pendeta Gantung Diri Tinggalkan Surat, Minta Orang Tua Tak Pindah Gereja
Warga saat mengevakuasi mahasiswa calon pendeta yang ditemukan tewas gantung diri di belakang gereja di Mentawai, Sumbar. (Foto: Istimewa)

MENTAWAI, iNews.id - Mahasiswa calon pendeta, SS (23), yang ditemukan gantung diri di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat (Sumbar), meninggalkan sepucuk surat untuk orang tuanya. Salah satunya berisi pesan kepada ayah dan ibunya agar tidak pindah gereja.

Salah satu jemaat GBI Silaoinan, Bilmar Sapalakkai mengatakan, selain meminta orang tuanya tidak pindah gereja, dalam surat wasiat, SS juga meminta agar rumah mereka di Trans Pumagirat tidak dijual. SS juga mengaku sudah lelah.

"Buat mama dan papa, yang kulakukan ini bukan yang terbaik ma, pa. Tapi aku capek dengan semua ini, ada banyak omongan orang. Jadi aku minta ma, pa, jangan pindah dari gereja ini dan jangan jual rumah kita. Ini hp buat bapa nanti diperbaiki," demikian isi surat SS.

SS ditemukan tewas tergantung di pondok belakang Gereja Bethel Indonesia (GBI) Silaoinan, Desa Taikako, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rabu (24/3/2021), pukul 08.30 WIB pagi tadi.

Kematian SS mengejutkan jemaat GBI Silaoinan karena calon pendeta itu dikenal orang yang ceria dan mudah bergaul. SS merupakan mahasiswa STT di Jakarta yang sedang Praktik Kerja Lapangan (PKL) di GBI Silaoinan. 

"Sebelum meninggal, hari Senin (22/3/2021), SS sempat menyemprot rumput di sekitar pekarangan GBI Silaoinan. Tapi apa masalah utama kenapa dia mau bunuh diri, kami tidak tahu. Memang ada informasi kedua orang tuanya mau pindah ke Desa Matobe dan mau menjual rumahnya di Dusun Trans Pumagirat," kata Bilmar, Rabu (24/3/2021).

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: