Curi Ponsel Pakai Serokan Ikan, Pecandu Sabu di Padang Dihajar Warga

Budi Sunandar ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 18:04 WIB
Curi Ponsel Pakai Serokan Ikan, Pecandu Sabu di Padang Dihajar Warga
Pelaku pencurian ponsel (bawa kain merah) saat diamankan warga dan polisi (Budi Sunandar/iNews)

PADANG, iNews.id - Niko alias Koncek babak belur dihajar warga usai mencuri ponsel dengan menggunakan serokan ikan. Dia menjadi bulan-bulanan warga Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Kapolsek Lubeg AKP Andi P Lorena mengatakan, pelaku Niko merupakan warga setempat. Dari laporan warga, sudah 10 rumah yang mengaku kehilang ponsel dalam waktu relatif singkat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak Niko babak belur usai dihajar warga. Warga tampak geram dengan ulah pelaku yang mencuri ponsel. Beruntung, polisi cepat datang ke lokasi untuk mengamankan Niko.

"Pelaku diamankan warga setelah tertangkap tangan mencuri ponsel di rumah warga yang merupakan tetangganya," kata Andi, Jumat (24/7/2020).

Andi menambahkan, dalam aksinya pelaku kerap menggunakan obeng untuk mencongkel jendela. Ketika jendela sudah terbuka, ponsel itu diambil.

"Pelaku menggunakan serokan ikan untuk mengambil ponsel," kata dia.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan, pelaku yang sehari-hari bekerja petugas kebersihan di salah satu Plaza di Pasar Raya Kota Padang ini mencuri untuk membeli narkoba jenis sabu.

"Buat beli sabu," katanya.

Sementara itu, salah seorang warga bernama Zulkarnaen mengaku geram dengan kelakuan Niko. Bahkan dirinya sempat menasehati Niko sebelum dibawa polisi.

"Dia mengalu sudah mengambil ponsel dari 10 rumah," kata Zulkarnaen.

Selain menangkap Niko, kata Andi, polisi mengamankan barang bukti berupa lima ponsel dan satu notebook yang djual ke penadah bernama Aris.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjar.

"Sementara penadah bernama Aris sedang kami buru karena kabur saat ditangkap," katanya.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto