Gelar Operasi Pekat, Satpol PP Dharmasraya Amankan 19 Pemandu Karaoke

Agregasi topsatu ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 13:28 WIB
Gelar Operasi Pekat, Satpol PP Dharmasraya Amankan 19 Pemandu Karaoke
Belasan pemandu karaoke diamankan (Foto: Hari Tambayong/iNews)

DHARMASRAYA , iNews.id – Sebanyak 19 wanita pemandu karaoke terjaring operasi penyakit masyarakat (Pekat). Operasi ini digelar Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Dharmasraya di wilayah Kecamatan Pulau Punjung, Kamis (23/7/2020) sekitar pukul 23.59 WIB.

”Malam ini kita berhasil mengamankan 19 wanita yang berprofesi sebagai pemandu karaoke. Di samping itu kita juga menyita puluhan botol minuman keras jenis bir dan dua galon tuak isi 35 liter,” kata Kasat Pol PP Dharmasraya, Safrudin seperti dikutip dari laman topsatu.com, Jumat (24/7/2020).

Belasan pemandu karaoke ini digelandang ke Markas Satpol PP untuk diinterogasi. Umumnya mereka berasal dari Karawang, Jawa Barat. Usai diiterogasi, para wanita ini membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Safrudin menambahkan, operasi ini adalah bagian dari penertiban penyakit masyarakat. Sasarannya tidak hanya tempat hiburan malam tapi juga penginapan dan hotel yang dicurigai menyediakan kamar bagi pasangan yang bukan suami istri.

Nantinya, kata Safrudin, pemandu karaoke ini akan menjalani tes kesehatan di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Sialang, Kecamatan Pulau Punjung. Hal ini dilakukan agar mengetahui apakah mereka aman dari Covid-19 atau tidak.

"Mereka akan dikirim ke rehabilitasi sosial andam dewi suka rami Kabupaten Solok untuk menjalani pembinaan. Mereka harus menjalani pembinaan agar menjalani hidup lebih terhormat,” katanya.

Saat disinggung apa sanksi berat bagi pemilik tempat hiburan malam. Safarudin mengatakan, pihaknya akan menutup tempat tersebut dalam batas waktu yang tidak ditentukan.

"Saat ini ada 14 tempat hiburan malam di wilayah Dharmasraya ini, namun yang masih aktif hanya enam. Semuanya tidak mengantongi izin alias ilegal. Sanksi tegasnya adalah kita segel atau tidak boleh lagi melakukan aktifitas," kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto