Gunung Marapi Kembali Meletus, Warga Batu Palano Sumbar Dengar Dentuman
Sebelumnya, Kepala Geologi, Muhammad Wafid A.N menyampaikan, hasil analisis 1-15 April 2025, kegempaan Gunung Marapi cenderung meningkat dalam dua minggu terakhir.
"Gempa letusan dan embusan yang berkaitan dengan pelepasan energi meningkat masing-masing dari 4 menjadi 8 kali untuk gempa, letusan dan dari 40 menjadi 125 kali untuk gempa hembusan," kata Muhammad Wafid beberapa waktu lalu.
Kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PBMVG) memberikan rekomendasi, masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki, pengunjung, wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.
Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi, ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.
Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA). Seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi
Editor: Kurnia Illahi