Kapal Bermuatan 13 Nelayan Dihantam Badai di Perairan Bungus Padang, 3 Orang Hilang

Budi Sunandar ยท Senin, 22 Juni 2020 - 17:28 WIB
Kapal Bermuatan 13 Nelayan Dihantam Badai di Perairan Bungus Padang, 3 Orang Hilang
Tim SAR dan Siaga Barsarnas Kota Padang mengevakuasi para nelayan di Perairan Bungus, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (22/6/2020). (Foto: iNews/Budi Sunandar)

PADANG, iNews.id – Kapal tongkang bermuatan 13 orang nelayan tenggelam di Perairan Bungus, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (22/6/2020). Sebanyak 10 nelayan berhasil dievakuasi oleh tim SAR dari Basarnas sedangkan tiga orang lainnya hilang.

Proses evakuasi korban pun berlangsung dramatis dan penuh haru. Tampak sejumlah nelayan berdiri di atas perahu yang sudah dalam keadaan terbalik melambaikan tangan. Mereka meminta pertolongan kepada kapal Basarnas yang tengah melakukan pencarian di sekitar lokasi.

Satu per satu nelayan yang terapung di tengah laut ini akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR. Para nelayan ini saling berpelukan. Mereka tak bisa menahan haru dan tangis saat bertemu rekan-rekan mereka yang juga selamat dari kecelakaan laut itu.

Mereka selanjutnya dibawa ke atas Kapal Yudistira milik Basarnas Kota Padang. Sebanyak 10 orang nelayan yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat langsung mendapatkan pertolongan medis.

Dua orang nelayan yang selamat terpaksa mendapat perawatan lebih lanjut karena mengalami kram perut akibat terapung di laut selama 10 jam.

Menurut salah satu nelayan yang selamat, Hamid, sebelumnya mereka berangkat berjumlah 13 orang dari muara. Mereka hendak pergi memancing ke Pulau Bindalang dengan menggunakan perahu tongkang. Namun, kapal tersebut rusak dan akhirnya ada kapal baru yang menjemput.

Di tengah laut, kapal mereka dihantam badai karena cuaca buruk. Kapal langsung terbalik sehingga para nelayan terombang-ambing di lautan.

“Mesin kapal pertama yang kami tumpangi rusak. Kami akhirnya telepon supaya kapal yang di Muara Padang menjemput. Kapal datang, tapi di pertengahan jalan kapal kena badai, mesinnya mati dan satu lagi mesinya bocor. Kapal kami dihantam badai hingga terbalik. Kami sempat terombang-ambing di laut,” ujar Hamid, Senin (22/6/2020).

Kasi Operasi SAR dan Siaga Barsarnas Kota Padang Abdul Rahman mengatakan, awalnya mereka hanya menemukan enam korban. Setelah itu, mereka kembali menemukan empat orang nelayan lainnya. Sementara itu, tiga nelayan lainnya masih hilang dan dalam proses pencarian.

“Kami masih melakukan pencarian ketiga nelayan yang hilang,” kata Abdul Rahman.


Editor : Maria Christina