Kisah Juni Arita, Warga Padang Sago Idap Tumor Ganas Tak Punya Biaya Berobat ke RS

Eka Guspriadi ยท Jumat, 15 Mei 2020 - 20:03 WIB
Kisah Juni Arita, Warga Padang Sago Idap Tumor Ganas Tak Punya Biaya Berobat ke RS
Juni Arita Penderita Tumor di Bagian Pencernaan ( Foto : Eka Guspriadi )

PADANGPARIAMAN, iNews.id - Juni Arita (36) ibu satu anak yang tinggal di Korong Pauh Manih, Nagari Koto Dalam Selatan, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) ini hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur. Pada tahun 2016 lalu, dia didiagnosis menderita Gastro Intestinal Stromal Tumor (GIST) yaitu tumor yang berada di bagian pencernaan.

Hampir empat tahun bergelut dengan penyakitnya, badan Juni semakin kurus dan perut yang membesar. Dia tidak bisa bergerak sendiri, untuk melakukan aktivitas sehari-hari harus dibantu oleh suaminya Dahnil Aprianto (41).

"Kondisi seperti ini sudah semenjak Oktober 2019 lalu, saya saat ini tidak bisa beraktivitas tanpa dibantu suami," kata Juni Arita saat dikunjungi di kediaman orang tuanya di Korong Pauh, Jumat (15/05/2020).

Kondisi perutnya semakin membesar setelah kembali berobat dari Jakarta, pengobatan yang dilakukan belum membuahkan hasil. Pengobatan alternatif menjadi jalan satu-satunya yang bisa dilakukan oleh Juni saat ini, karena semenjak dia sakit sampai saat ini suaminya tidak bisa bekerja sehingga tidak memiliki penghasilan.

"Waktu dulu memang mempunyai usaha, tetapi semenjak mengurus saya sakit, usaha itu sudah tidak jalan lagi dan tidak ada lagi pemasukan," katanya.

Juni menuturkan, karena tak lagi memiliki pendapatan pasti, dirinya terkendala biaya berobat ke rumah sakit.

"Waktu suami saya punya usaha kami masih sanggup bayar iuran BPJS, tetapi saat ini tidak sanggup lagi," kata Juni.

Dahnil Aprianto juga ikut menceritakan kondisi istrinya, dia menyampaikan, dulu Juni pernah mengalami sakit dan telah dilakukan operasi di rumah sakit swasta di Pekanbaru.

"Saat itu kami datang ke Rumah Sakit Umum, tapi harus mengantre hingga satu bulan, karena kondisi semakin parah maka saya langsung larikan ke rumah sakit swasta," katanya.

Saat dilakukan operasi yang pertama tahun 2016 lalu, berhasil dikeluarkan tumor dari perut Juni seberat 5 kg. Tetapi saat itu masih ada satu tumor lagi yang menempel di dekat ulu hati. Saat itu dokter tidak ingin mengambil risiko sehingga satu tumor itu tidak diangkat.

"Tetapi disarankan istri saya untuk melakukan kemoterapi," ujar Dahnil.

Ternyata setelah operasi Juni dinyatakan positif hamil, saat konsultasi ke dokter, dia diberi pilihan mempertahankan janin atau mengobati penyakitnya.

"Saat itu kami belum punya anak, maka kami pilih mempertahankan janinnya," kata Dahnil. 

Setelah melahirkan anak pertamanya, Juni kembali melakukan operasi kedua dan berhasil dikeluarkan tumor seberat 1,5 kg. Dahnil berkeinginan untuk membawa kembali istrinya berobat ke rumah sakit tetapi terkendala dengan biaya.

"Ingin rasanya untuk mengobati istri saya ke dokter, tetapi terkendala biaya dan BPJS yang sudah menunggak lama," ujarnya.

Sementara itu, Wali Nagari Koto Dalam Selatan Masywarah ketika mengunjungi Juni Arita mengatakan, akan berupaya mencarikan jalan keluar dari masalah yang tengah dihadapi oleh warganya ini.

"Salah satu kendala saat ini adalah BPJS yang sudah lama tidak dibayarkan, oleh karena itu kami akan mencarikan jalan keluar untuk permasalahan itu" ujarnya.

Di kesempatan itu juga hadir Anggota DPRD Padang Pariaman Alfa Edison, Tokoh Masyarakat Herman Zein, Petugas Puskesmas dan Perangkat Nagari. Serta masyarakat yang berdatangan untuk melihat kondisi Juni Arita dan meninggalkan bantuan berupa uang agar bisa meringankan beban dari keluarga itu.


Editor : Tomi Wahyudi