Kronologi Anggota Polda Sumbar Tewas Gantung Diri, sempat Curhat Masalah Pribadi ke Temannya

Rus Akbar ยท Sabtu, 21 Agustus 2021 - 16:52:00 WIB
Kronologi Anggota Polda Sumbar Tewas Gantung Diri, sempat Curhat Masalah Pribadi ke Temannya
Ilustrasi. (Foto: Ist)

PADANG, iNews.id - Penemuan mayat anggota Kepolisian dari Polda Sumatra Barat berinisial RS (40), dalam kondisi tergantung di rumahnya, Kota Padang, mengejutkan teman-temannya, Sabtu (21/8/2021). Apalagi, korban yang diduga gantung diri sebelumnya baru saja berkomunikasi dengan temannya.

Kronologi penemuan mayat RS yang bekerja di bidang keuangan Polda Sumbar itu pada Sabtu pagi berawal dari kecurigaan temannya. Sehari sebelumnya, Jumat (20/8/2021), korban sempat bercerita kepada kepada temannya soal masalah pribadi aplikasi WhatsApp.

"Sebelumnya RS ini sempat curhat kepada temannya soal masalah pribadi lewat WhatsApp,” kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, Sabtu (21/8/2021).

Menurut keterangan saksi, dia berkomunikasi dengan korban Jumat (20/8/2021), sekitar pukul 18.42 WIB. Dalam obrolan tersebut, korban yang mengaku berada di rumah, kompleks Intan Sari Indah Blok C2 RT 05 RW III Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, mengeluhkan soal jantungnya yang berdebar kencang dan tangan gemetar. 

Saksi kemudian memberikan pendapat soal curhatan korban. Namun, korban tidak membalas lagi. Dia kemudian mencoba menelepon korban, tapi tidak diangkat. Merasa ada sesuatu yang tidak beres, dia mengajak temannya untuk mengunjungi korban di rumahnya, Sabtu pagi tadi. 

“Sekitar pukul 05.35 WIB, temannya tersebut mengajak temannya yang lain untuk melihat korban ke rumahnya karena tidak bisa dihubungi. Saat itu, korban memang tinggal sendiri di rumah," katanya. 

Sesampai di rumah korban, kedua temannya melihat dari luar jendela depan. Keduanya pun kaget menemukan ada orang tergantung dengan tali di pintu kamar. Begitu mengetahui yang tergantung RS, mereka melaporkan kejadian itu kepada teman-temannya yang lain.

"Setelah melihat kejadian tersebut, mereka menghubungi teman-teman lainnya dan ketua RT setempat,” ujar Satake.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: