Mahyeldi Ansharullah, Anak Tukang Becak yang Jadi Wali Kota Padang hingga Gubernur Sumbar
Selama SMA, dia masih bekerja dengan berjualan koran pada pagi hari dan menjual kue pada sore hari. Selain itu, ia juga pernah beternak kerbau. Dari hasil jerih payahnya bekerja, dia dapat menabung untuk biaya kuliah.
Setamat SMA, dia diterima di Program Studi Pembangunan Pedesaan, Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Selama kuliah di Universitas Andalas, dia ikut menggerakan kegiatan dakwah. Aktivitasnya di bidang dakwah mengantarnya bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pada pemilihan umum legislatif 2004, Mahyeldi diusung oleh PKS sebagai calon anggota legislatif untuk DPRD Sumatra Barat. Hasil perolehan suara menempatkan PKS sebagai pemenang di Padang.
Dari seluruh anggota DPRD Sumbar terpilih, Mahyeldi merupakan peraih suara terbanyak. Kemudian dia duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat periode 2004–2009. Tak lama, dia mengundurkan diri karena dilantik sebagai Wakil Wali Kota Padang mendampingi Fauzi Bahar pada 2009.
Usai menjadi Wakil Wali Kota. Mahyeldi kemudian mencalonkan diri sebagai Wali Kota Padang dalam Pilwakot pada 30 Oktober 2013. Saat itu, Mahyeldi bersama pasangannya Emzalmi menang 29,45% suara.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto