PASAMAN BARAT, iNews.id - Nelayan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) kekurangan es sebagai pendingin ikan. Alhasil, para nelayan lokal harus membeli es dari luar Pasaman Barat.
"Untuk pasokan es memang kurang dibandingkan produksi ikan yang ada. Kita terpaksa mendatangkan es dari luar Pasaman Barat seperti dari Pariaman dan Madina," kata salah seorang nelayan di Air Bangis, Robi, Senin (18/1/2021).
Warga Pasaman Barat Hilang saat Wudu di Sungai, Diduga Diterkam Buaya
Robi menambahkan, kebutuhan es bagi nelayan sangat tinggi. Es itu digunakan sebagai pendingin ikan supaya tetap segar sampai ke pasar.
Kepala Bidang Tangkap Dinas Perikanan Zulfi Agus membenarkan nelayan di daerah itu kekurangan ketersediaan es.
Duh, Warga Pasaman Barat Tolak Keluarganya Dimakamkan dengan Protokol Covid
"Kita sangat butuh investor pabrik es di Pasaman Barat untuk menjamin ketersediaan es untuk pendingin ikan," katanya.
Menurutnya di Pasaman Barat hanya ada tiga pabrik es dengan produksi terbatas. Ketiga pabrik itu terdapat di Suko Mananti dengan produksi lima sampai tujuh ton per hari.
2.010 Tenaga Kesehatan di Pasaman Barat Akan Disuntik Vaksin Covid-19
Kemudian pabrik di Air Bangis dengan produksi tiga sampai lima ton per hari dan pabrik di Air Balam dengan produksi 40 sampai 45 ton per hari.
"Ketersediaan es hanya ada 60 ton per hari sedangkan kebutuhan nelayan mencapai 100 ton perharinya," katanya..
Kebutuhan nelayan akan es sangat tinggi karena produksi ikan nelayan di Pasaman Barat mencapai 110.000 ton per tahun.
Kondisi saat ini, katanya nelayan mendatangkan es dari luar Pasaman Barat seperti dari Mandailing Natal Sumatera Utara dan Padang dengan harga yang lebih tinggi.
Selain itu, pihaknya juga menerima bantuan mesin es curah dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk menambah ketersediaan es.
"Jika es dari Pasaman Barat harganya Rp20.000 hingga Rp25.000 per batang. Jika dari luar Pasaman Barat bisa mencapai Rp30.000 lebih," katanya.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto