Pemkot Gelar Razia, Warga Padang yang Langgar Protokol Kesehatan Ditindak Tegas

hermawan H ยท Senin, 21 September 2020 - 19:30:00 WIB
Pemkot Gelar Razia, Warga Padang yang Langgar Protokol Kesehatan Ditindak Tegas
Pemkot Padang menggelar razia pelanggar Perda Adaptasi Kebiasaan Baru, Senin (21/9/2020). (Foto: Humas Padang)

PADANG, iNews.id - Pemberlakuan sanksi pelanggar Peraturan Daerah (Perda) No 15 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 telah resmi diberlakukan di Sumatera Barat (Sumbar). Pemerintah Kota (Pemkot) Padang bersama unsur Forkopimda dan sejumlah pihak terkait langsung menggelar razia atau operasi yustisi penegakan perda ke sejumlah titik di Kota Padang.

"Alhamdulillah, hari ini kita bersama semua pihak dan unsur Forkopimda di Kota Padang melakukan razia penegakan pelaksanaan Perda AKB Provinsi Sumbar dan juga Perwako No 49 Tahun 2020 tentang Pola Hidup Baru Dalam Pandemi Covid-19," kata Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa di Padang, Senin (21/9/2020).

Hendri mengatakan, sekarang sudah terdapat sanksi tegas bagi setiap pelanggar aturan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 tersebut. Dalam razia yang dilakukan di beberapa titik mulai dari pukul 09.00 WIB sampai 13.00 WIB ini, sedikitnya telah mendapati ratusan pelanggar. Rata-rata kesalahannya karena tidak menggunakan masker.

"Bagi pelanggar perda telah kita berikan langsung sanksi sosial sebagai sanksi awal. Mereka kita suruh membersihkan lingkungan sebagai bentuk peringatan bagi mereka yang masih bandel dan tidak mau memakai masker sesuai aturan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19," katanya.

Hendri menjelaskan, sesuai aturan jika mereka kembali didapati melakukan pelanggaran yang sama nantinya akan dilanjutkan pemberian sanksi administratif berupa membayar denda maksimal Rp250.000. Bahkan jika terulang lagi untuk kesekian kalinya, bisa berujung sanksi pidana kurungan selama dua hari untuk memberikan efek jera secara tegas.

Hendri Septa mengimbau kepada semua warga Kota Padang untuk bersama-sama dan bahu-membahu mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di Kota Padang.

"Kita ingin mewujudkan masyarakat yang sadar atas kondisi saat ini. Pandemi Covid-19 belum berakhir. Untuk itu, kita memberikan peringatan bagi mereka yang melanggar," katanya.

Sementara itu Kapolresta Padang AKBP Imran Amir mengatakan, sesuai dengan struktur dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bahwa Polri di sini berada di bawah koordinasi gugus tugas.

"Jadi kami dari Polresta Padang dalam kegiatan operasi yustisi ini bersifat pengamanan kegiatan yang dilakukan oleh Pemkot Padang yaitu Satpol PP sebagai penegak perda," katanya.

AKBP Imran menjelaskan, untuk razia hari ini pihaknya ikut menurunkan sebanyak 200 personel. Mereka dibagi di dua titik dan fokusnya di depan Kantor DPRD Sumbar.

"Kita juga menjaring secara mobiling dan ternyata masih banyak masyarakat yang tidak memakai masker. Kita langsung tindak sesuai Perwako No 49 Tahun 2020," katanya.

Kapolres menambahkan, terkait pemberian sanksi pidana pihaknya tengah menunggu perda terkait yang sudah diberi nomor oleh Kemendagri.

"Bila sanksi ini sudah bisa difungsikan, kami dari pihak kepolisian sudah siap. Kalau memang ada sanksi kurungan bagi pelanggar protokol kesehatan, kami akan menyiapkan sel atau rumah tahanan milik Polresta Padang," katanya.


Editor : Tomi Wahyudi