Penjualan Seragam Sekolah di Solok Sepi Pembeli, Pedagang: Omzet Nihil

Antara ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 09:41 WIB
Penjualan Seragam Sekolah di Solok Sepi Pembeli, Pedagang: Omzet Nihil
Ilustrasi seragam sekolah. (Foto: Antara-Syaiful Arif)

SOLOK, iNews.id - Usaha penjualan seragam sekolah di Pasar Raya Solok, Sumatera Barat (Sumbar) masih sepi pengunjung. Padahal sebentar lagi akan masuk tahun ajaran baru Juli 2020.

"Biasanya menjelang memasuki tahun ajaran baru seperti saat ini sudah ramai pembeli. Tapi saat ini, baru satu-satu pembeli yang belanja seragam sekolah. Mungkin karena jadwal mulai sekolah yang belum pasti," kata pemilik yang menjual perlengkapan seragam sekolah, Mailin (24), Jumat (26/5/2020).

Menurutnya, pada tahun lalu sangat ramai, sehingga pihaknya menambah karyawan sampai lima orang. Ketika ramai-ramainya bisa mencapai omzet Rp15 juta sampai Rp20 juta sehari.

"Sekarang omzet per hari bisa nihil. Apalagi adanya pandemi Covid-19 ini sangat menurunkan jual-beli. Sebelumnya sekitar tiga bulan lebih tidak ada jual beli sama sekali dan toko ditutup," kata dia.

Mailin juga mengeluhkan, pada tahun ajaran baru, biasanya yang banyak beli seragam untuk siswa SD, SMP dan SMA.

Dia bisa menjual seragam siswa SD satu stelnya seharga Rp130.000, kalau seragam pramuka Rp170.000. Sedangkan seragam SMP dan SMA mulai Rp170.000 sampai Rp240.000 tergantung kualitas bahan.

Dengan kondisi saat ini, tokonya yang berada di dalam blok Pasar Raya Solok hanya didatangi beberapa orang, itu pun baru menanyakan harga seragam, belum melakukan pembelian.

Meilin berharap pandemi Corona segera berakhir. Sehingga usahanya kembali lancar seperti biasanya.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto