Perbaikan Jalan dan Jembatan di Pesisir Selatan Tertunda karena Covid-19

Antara ยท Kamis, 16 Juli 2020 - 09:44 WIB
Perbaikan Jalan dan Jembatan di Pesisir Selatan Tertunda karena Covid-19
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meninjau kondisi jalan dan jembatan di Pesisir Selatan (Foto: ANTARA)

PADANG, iNews.id - Perbaikan jalan dan jembatan di Langgai, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) terpaksa ditunda. Hal ini dilakukan karena anggaran pembangunan dialihkan untuk penanganan Covid-19.

"Sebenarnya anggaran perbaikan jalan dan jembatannya sudah ada. Tahun ini mestinya pekerjaan sudah jalan, tapi karena wabah Covid-19, semua anggaran terpaksa dialihkan untuk penanganan wabah," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Kamis (16/7/2020)

Nasrul menambahkan, pihaknya telah meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan di daerah itu bersama Kepala Dinas PU Sumbar Fathol Bari. Kondisi jalan sepanjang 29 kilometer hanya delapan kilometer yang telah diaspal. Selebihnya baru dalam tahap pengerasan.

"Kondisi itu menjadi kendala bagi masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani serta peladang gambir untuk bisa membawa hasil panen untuk dipasarkan keluar," katanya.

Jika kondisi infrastruktur jalan memadai, lanjut Nasrul,diyakini perekonomian masyarakat di Langgai akan membaik sehingga bisa pula mengurangi angka penduduk miskin dan penganggur.

Nasul melanjutkan, tidak hanya jalan, pada ruas jalan itu juga ada dua jembatan gantung yang kondisinya juga sudah memprihatinkan. Perlu untuk dipugar segera.

"Kita sudah minta agar perbaikan jalan jembatan di Langgai menjadi salah satu prioritas anggaran 2021, karena ini sebelumnya memang sudah teranggar, tapi dialihkan," katanya.

Kepala Dinas PU Sumbar Fathol Bari mengakui anggaran yang dialihkan tersebut membuat pekerjaan terhenti. Namun itu adalah kondisi darurat dan seluruh anggaran di tempat lain juga dialihkan.

"Sekarang kita sedang membahas APBD 2021 untuk jalan dan jembatan. Kita upayakan agar anggaran untuk Langgai kembali masuk," katanya.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto