Perda AKB Berlaku, Pjs Bupati Tanah Datar Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

hermawan H ยท Selasa, 06 Oktober 2020 - 18:50:00 WIB
Perda AKB Berlaku, Pjs Bupati Tanah Datar Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan
Tim dari Pemprov Sumbar bersama Pemkab Tanah Datar saat memberikan sanksi kepada warga yang melanggar protokol kesehatan (Foto : Humas Tanah Datar).

TANAH DATAR, iNews.idPeraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) efektif berlaku di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mulai 10 Oktober nanti. Tim dari Pemprov Sumbar bersama Pemkab Tanah Datar langsung melakukan sosialisasi dan menegakkan disiplin protokol kesehatan kepada warga, khususnya pemakaian masker.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Tanah Datar Erman Rahman mengatakan, pemberian sanksi sosial merupakan langkah awal akan diterapkannya Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru.

"Jadi efektifnya nanti tanggal 10 Oktober 2020. Nanti langsung diterapkan sanksi denda," kata Erman Rahman, Selasa (6/10/2020).

Erman menyebut,  jika persoalan Covid-19 sangat penting untuk diperhatikan, karena hal ini tidak bisa dipandang mudah. Bahkan, pemerintah daerah pun mengatur hal itu dengan perda maupun perbup.

"Untuk sanksi yang diberikan hari ini masih mengacu pada Perbup Tanah Datar Nomor 48 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19," ujarnya.

Erman mengimbau kepada masyarakat untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan seperti yang disampaikan pemerintah. Hal itu agar warga terhindar dari Covid-19, yang sampai saat ini masih belum ditemukan obatnya.

Dalam penegakan disiplin ini, warga yang tidak mentaati protokol kesehatan diberikan sanksi oleh petugas dari tim gabungan penindakkan protokol kesehatan Covid-19 Tanah Datar yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polisi, Dishub dan Polisi Militer (PM) saat menggelar razia di kawasan Lapangan Cindua Mato.

Warga yang tidak patuh tersebut selain diberikan sanksi sosial juga membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi kembali perbuatannya.

Sementara itu, Kasi Penegakan Perda Satpol PP Tanah Datar Elfiardi mengatakan, jika sanksi yang diberikan masih dalam tahap awal berupa sanksi sosial.

"Ada sekitar 70 orang tadi yang tercatat melakukan pelanggaran. Semuanya kita berikan sanksi sosial seperti menyapu jalan," katanya.

Elfiadi menyebut, semua yang melanggar terlebih dahulu didata. Data ini dikirim secara online ke provinsi.

" Nah, nantinya jika yang bersangkutan kembali melakukan pelanggaran baik di Tanah Datar atau daerah lain di wilayah Sumbar akan terlihat datanya. Bagi yang kedapatan kembali melanggar tentu akan diberikan sanksi yang berbeda," katanya.

Razia dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB, selama razia, banyak warga yang tidak menggunakan masker yang terjaring petugas. Semua yang terjaring terlebih dahulu dipasangkan rompi pelanggar protokol kesehatan dan kemudian diberikan sanksi menyapu jalan.

Razia kali ini juga ditinjau oleh Tim protokol kesehatan Covid-19 Provinsi Sumbar dan BPBD Provinsi, Forkopimda Tanah Datar. Tim bahkan ikut memasangkan rompi pelanggar protokol kesehatan.


Editor : Tomi Wahyudi