Polda Sumbar Paksa 26.560 Kendaraan Putar Balik Selama PSBB

Antara · Kamis, 28 Mei 2020 - 10:20 WIB
Polda Sumbar Paksa 26.560 Kendaraan Putar Balik Selama PSBB
Polisi menjaga pos pemantauan PSBB untuk mencegah masyarakat mudik. (Foto: Antara)

PADANG, iNews.id - Jajaran Polda Sumatera Barat (Sumbar) memutarbalikkan 26.560 kendaraan yang berusaha masuk ke wilayah Sumbar. Puluhan ribu kendaraan itu diputarbalikkan sepanjang 3-25 Mei 2020 saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan.

Direktur Samapta Bhayangkara Polda Sumbar, Komisaris Besar Polisi Tafianto Atmojo mengatakan, seluruh kendaraan tersebut diberhentikan petugas di pos pemeriksaan di perbatasan provinsi maupun kota dan kabupaten di daerah tersebut.

“Kendaraan itu yang membawa 43.531 penumpang masuk ke daerah itu baik dari luar provinsi maupun antar kota dan kabupaten,” kata Tafianto, Kamis (28/5/2020).

Tafianto juga merinci kendaraan apa saja yang berusaha masuk. Kendaraan tersebut, kata dia, terdiri dari kendaraan umum baik berupa bus maupun minibus sebanyak 1.636. Kendaraan itu membawa 5.587 penumpang yang ingin masuk ke sana.

Selain itu, kata Tafianto, ada 9.791 mobil pribadi dengan jumlah penumpang sebanyak 21.925 orang yang diminta putar balik ke daerah asal dalam periode tersebut.

“Kemudian untuk kendaraan roda dua yang mencoba masuk ke daerah ini sebanyak 15.133 unit dengan jumlah penumpang sebanyak 16.019 orang,” katanya.

Sementara itu untuk kendaraan yang dilarang ke luar Sumbar atau kota dan kabupaten sebanyak 12.719 unit kendaraan yang membawa penumpang sebanyak 21.511 orang selama periode itu.

Ia menyebutkan kendaraan yang dilarang ke luar daerah itu terdiri dari 672 unit kendaraan umum baik bus maupun minibus yang membawa 2.139 penumpang. Selanjutnya 4.871 kendaraan pribadi yang membawa 10.33 penumpang.

Kemudian untuk kendaraan roda dua yang dilarang ke luar wilayah yaitu 7.176 unit dengan jumlah penumpang sebanyak 9.039 orang.

“Seluruh kendaraan tersebut diberhentikan di Pos Operasi Ketupat Singgalang 2020 dan Pos Aman Nusa II yang ada di perbatasan provinsi serta kota dan kabupaten,” kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto