Sepi Pendaftar, Pengurus SMP Swasta di Padang Mengeluh

Antara ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 11:12:00 WIB
Sepi Pendaftar, Pengurus SMP Swasta di Padang Mengeluh
Ilustrasi pelajar masuk sekolah (Sindonews)

PADANG, iNews.id - Sejumlah pengurus Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta di Kota Padang mengeluhkan sepinya pendaftar. Hal ini diduga akibat adanya kebijakan dari pemerintah daerah setempat terkait penambahan kelas baru di SMP Negeri.

"Tahun ini merupakan tahap PPDB SMP swasta yang sangat memprihatinkan, karena minimnya jumlah peminat dan adanya kebijakan pemerintah setempat tentang menambahan rombongan belaja di SMP Negeri," kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Padang Eni Farida, Kamis (30/7/2020).

Farida menambahkan, sebelumnya jumlah murid yang bersekolah di SMP swasta mencapai 3.000 orang, tetapi sejak 2014 lalu jumlah murid terus berkurang dan tahun ini hanya 1.030 murid.

"Sampai saat ini jumlah siswa yang baru mendaftar ke SMP swasta masih minim, hanya sekitar 1.030 orang," kata dia.

Farida melanjutkan, jumlah murid yang mendaftar ke masing-masing SMP swasta di Padang rata-rata masih sedikit, bahkan sampai saat ini masih ada yang belum memiliki murid baru.

Di antaranya SMP Nasional di Padang hanya memiliki tujuh murid baru dari daya tampung mencapai 96 orang, SMP Nurul Akfa hanya dua murid dari daya tampung 46 orang, SMP PGAI hanya sembilan murid dari 160 daya tampung, dan masih banyak SMP swasta lainnya.

"Bahkan SMP Perguruan Arrisalah yang memiliki 384 daya tampung sampai saat ini masih belum memiliki murid baru," kata dia.

Menurutnya keputusan Pemkot saat ini telah melanggar Permendikbud Nomor 44 tahun 2019 tentang PPDB seperti pendirian sekolah baru, menambah rombel dan mendirikan ruang kelas baru.

"Padahal itu sudah jelas-jelas tidak dibolehkan. Sebagaimana dalam Permendikbud pasal 27 ayat 6," kata dia.

Farida berharap kepada DPRD dan pemerintah Kota Padang agar membuat Perda atau Perwako yang jelas tentang PPDB ke depannya yaitu 65 persen untuk penerimaan SMP Negeri dan 35 persen untuk penerimaan SMP swasta.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto