Usai Wali Kota Dimaki Pedagang, Satpol PP Bergerak Tertibkan PKL Pantai Padang

Budi Sunandar ยท Minggu, 09 Agustus 2020 - 10:31 WIB
Usai Wali Kota Dimaki Pedagang, Satpol PP Bergerak Tertibkan PKL Pantai Padang
Petugas Satpol PP Kota Padang Tertibkan PKL di Pantai Padang (Budi Sunandar/iNews)

PADANG, iNews.id - Puluhan petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Kerja Keamanan Ketertiban Kota (SK4) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menertibkan seluruh pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Pantai Padang. Hal ini dilakukan pascaviralnya video Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah yang dimaki ibu-ibu PKL.

Penertiban ini dilakukan Minggu pagi (9/8/2020). Dari pantauan di lokasi, tampak puluhan petugas gabungan menyisir trotoar Pantai Padang. Beberapa pedagang juga tampak langsung mengemasi dagangan serta peralatannya.

Seperti biasa, cekcok antara petugas Satpol PP dengan pedagang juga terjadi. Salah satu pedagang tak terima ditertibkan. Mereka tak mau jika barang dagangannya disita petugas Satpol PP.

"Saya minta satu hari untuk rapikan dagangan," kata salah satu PKL.

Namun, permintaan itu ditolak petugas. Mereka beralasan, tempat tersebut harus bersih dari PKL.

"Tidak ada negosiasi, tempat ini harus bersih," kata petugas

Namun, upaya pedagang untuk mempertahankan dagangan dan meminta waktu sehari itupun berhasil. Petugas akhirnya memberi waktu kepada pedagang untuk membereskan dagangannya dalam waktu sehari.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Arfian, trotoar itu dibangun untuk wisatawan yang berjalan kaki, bukan untuk tempat berdagang PKL.

"Penertiban itu kegiatan rutin dari petugas Satpol PP. Kan trotoar dibangun untuk pejalan kaki bukan tempat jualan," kata Arfian.

Sebelumnya, Wali Kota Padang Mahyeldi dimaki PKL. Hal ini terjadi karena Mahyeldi memarahi pedagang itu lantaran berjualan di trotoar Pantai Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Mahyeldi mendatangi sekelompok PKL. Kemudian Mahyeldi menyapa dan menegur agar mereka tidak menjajakan dagangannya di atas trotoar karena melanggar aturan.

Namun bukannya menerima, pedagang langsung memaki wali kota dengan menyampaikan yang dilakukan semata untuk bertahan hidup bukan mencari kekayaan.

Tak hanya itu, ibu-ibu PKL itu juga mengucapkan kata-kata kasar dalam bahasa minang kepada Wali Kota Padang Mahyeldi. Bahkan, ada satu pedagang yang melempar gelas berisi air di hadapan Mahyeldi.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto