Warga Solok Geger, Kawanan Harimau Muncul di Ladang

Antara ยท Selasa, 09 Juni 2020 - 17:38 WIB
Warga Solok Geger, Kawanan Harimau Muncul di Ladang
Ilustrasi Harimau (Antara)

SOLOK, iNews.id - Warga Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) digegerkan dengan kemunculan harimau. Harimau Sumatera itu muncul di kawasan perladangan masyarakat dekat hutan Rimbo Singo-singo.

"Jika beberapa waktu lalu kawanan harimau terlihat berjumlah tiga ekor, kali ini hanya dua ekor yakni harimau dewasa dan satu ekor anak harimau," kata Wali Nagari Gantung Ciri Hendri Yuda di Arosuka, Selasa (9/6/2020).

Sebelumnya, pada Minggu lalu (7/6/2020) ada warga yang melihat harimau di kawasan perladangan warga di Limpauang, Jorong Baringin, Nagari Gantung Ciri. Warga yang khawatir terjadi sesuatu memilih untuk kembali dan membiarkan kawanan harimau tersebut.

“Kemungkinan harimau tersebut merupakan harimau yang sebelumnya juga pernah terlihat oleh warga sekitar,” kata dia.

Kemudian pada Senin (8/6) siang, puluhan warga bersama perangkat nagari setempat langsung melakukan upaya penghalauan. Hal ini dilakukan kareana jarak kawasan perladangan dari permukiman warga sekitar empat kilometer.

"Kami melakukan penghalauan terhadap harimau bersama puluhan warga dan petugas, penghalauan dilakukan dengan membuat suara atau bunyi-bunyian dengan meriam karbit," kata dia..

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Solok Jon Firman Pandu meminta petugas BKSDA Sumbar mengevakuasi ketiga harimau yang bisa membahayakan warga tersebut.

"Kemarin kami bersama tim juga sudah meninjau lokasi bersama petugas. Ini sudah sangat mengkhawatirkan, kami minta pihak terkait memprioritaskan evakuasi harimau dari sekitar kawasan perladangan warga," kata dia.

Sebelumnya pada 15 Mei 2020, enam warga terjebak di hutan ladang masyarakat Rimbo Singo-Singo, Jorong Baringin, Nagari Gantung Ciri. Mereka diadang oleh tiga Harimau Sumatera.

"Ada sekitar tiga Harimau Sumatera berkeliaran di sekitar ladang warga. Akibatnya empat orang petani terjebak di pohon dan dua lainnya terjebak di dalam pondok,” kata Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Solok Efriadi di Arosuka.

Efriadi menyebutkan ke enam warga tersebut adalah Cimul (35), Alex (35), Yuh (37), Rulek atau Celuk (25), Hanif atau Dukun (30) dan Aipda Riko Saputra yang juga Kanit Buser Polres Solok.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto