Aliran Tauhid Ibrahim Bikin Geger Warga Solok, Begini Kata MUI

Antara ยท Senin, 27 Juli 2020 - 19:27 WIB
Aliran Tauhid Ibrahim Bikin Geger Warga Solok, Begini Kata MUI
Ilustrasi aliran sesat (Okezone)

SOLOK, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Solok masih melakukan pendalaman terkait aliran yang diduga sesat. Aliran bernama Tauhid Ibrahim ini diduga aliran yang tidak mempercayai Nabi Muhammad SAW.

Menurut Sekretaris Umum MUI Solok Elyunus Esmara, MUI sudah melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait seperti Muhammadiyah, NU dan lainnya. Namun, dari pertemuan, tidak satu pun yang mengetahui tentang aliran sesat itu.

Inti aliran yang diyakini oleh kelompok ini, kata Elyunus, aliran ini diduga tidak mempercayai adanya Nabi Muhammad.

"Mereka percaya Alquran. Tapi tidak mempercayai Nabi Muhammad hanya mempercayai Nabi Ibrahim. Tapi puasa hanya sekedar menahan, naik haji diwaliki oleh guru, cukup ke Padang," kata Senin (27/4/2020).

Elyunus menambahkan, jadi aliran ini ada muridnya di Koto Sani dan murid ini tidak satu tingkatan tapi berbeda-beda guru. Yang paling senior dia mendapat dari gurunya di Jawa Tengah bukan yang di Padang.

"Saat mereka pulang kampung, karena merasa alirannya sama maka dia bergabung dengan aliran di Sumbar. Yang gurunya di Sumbar berpusat di Andalas Padang,” kata dia.

Hal lain yang patut menjadi perhatian menurutnya soal keterlibatan oleh provinsi dalam menangani kasus tersebut. Karena menurutnya, permasalahan itu sudah seharusnya dibahas oleh tingkat provinsi.

"Karena aliran sudah berkembang di Padang tapi kini tidak kelihatan. Dulu sudah diketahui tapi tidak ditindaklanjuti," kata dia.

Sementara itu, aliran baru itu saat ini sedang diawasi oleh Badan Koordinasi Pengawas Aliran Keagamaan dan Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Solok.

"Kami sudah membentuk tim Bakorpakem, ketuanya dari Kejaksaaan," kata Ketua Kepala Kejaksaan Negeri Solok, Donny Haryono Setiawan.

Donny yang menjabat Ketua Bakorpakem ini menambahkan, pihaknya bekerja setelah adanya laporan dari masyarakat terkait adanya aliran sesat atau kelompok tertentu yang meresahkan masyarakat.

Di dalam Bakorpakem kata Donny, ada Polres, Kodim, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), MUI dan Kemenag.

"Kami merumuskan tindakan di sana. Kami lakukan pembinaan dulu supaya mereka kembali sesuai dengan syariat," katanya.

Sebelum mengambil tindakan, kata dia, MUI akan turun tangan dengan melakukan dialog dengan pengikut atau pencetus aliran itu.

"Nanti MUI akan melakukan dialog mereka. Nanti akan ada perdebatan di sana. Namanya keyakinan kan maka akan beradu dalil di sana. Nanti hasilnya seperti apa, kita tunggu," kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto