Asal Usul Nasi Padang, Sudah Ada Sejak Kolonial Belanda

Fajar Hendra Jaya · Kamis, 28 Juli 2022 - 15:49:00 WIB
Asal Usul Nasi Padang, Sudah Ada Sejak Kolonial Belanda
Nasi padang (Foto: Leo/Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Asal usul nasi padang menjadi salah satu hal yang sering dipertanyakan oleh orang banyak, tentang bagaimana bisa terciptanya cikal bakal makanan yang sangat terkenal tersebut. Makanan khas Minang, Sumatera Barat (Sumbar) ini merupakan makanan yang sangat populer di semua kalangan di Indonesia.

Untuk rumah makan nasi padang sudah tersebar luas di seluruh penjuru Nusantara, karena rasanya yang sangat sesuai dengan lidah di masyarakat pribumi. Namun, apakah kamu tahu asal usul dari nasi padang itu sendiri?

Jadi, nasi padang sudah ada sejak kolonial Belanda, tepatnya pada sekitar abad 20. Awal mulanya ketika Belanda membuat jalur transportasi pada masa PRRI atau Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia di Bukittinggi. 

Dengan pusat perekonomian yang berada di Kota Padang yang memiliki jarak cukup jauh dari Ibukota darurat Bukittinggi , membuat Belanda harus membuat jalur yang memudahkan proses niaga barang.

Kendaraan yang digunakan untuk menempuh perjalanan dari Bukittinggi ke Padang yakni menggunakan pedati. Lantaran, pedati membutuhkan istirahat saat melakukan perjalanan, maka didirikannya enam pos peristirahatan selama perjalanan.

Dan di setiap pos peristirahatan, terdapat rumah makan yang menjual nasi dengan beraneka ragam lauk pauk dan juga sayuran.
Asal mula nasi padang yakni hidangan nasi yang dibungkus tersebut merupakan hidangan yang diperuntukkan oleh para bangsawan yang ingin berniaga dari Bukittinggi ke Kota Padang.

Restoran itu bernama Padangsche Restaurant yang diambil dari bahasa Belanda. Sehingga, nasi yang dijual pun dinamakan dengan nama nasi padang.

Pada zaman dulu, hanya bangsawan saja yang bisa menikmati nasi padang. Hingga lambat laun, nasi padang pun dapat dinikmati oleh kaum pribumi.

Para penjual nasi padang biasanya membungkus nasi dengan beragam aneka lauk pauk. Untuk kaum pribum, biasanya porsi yang diberikan oleh penjual lebih banyak.

Alasannya, agar nasi padang bisa dinikmati secara bersama-sama oleh keluarga di rumah. Inilah alasan kenapa nasi padang yang dibungkus porsinya selalu lebih banyak dibandingkan dengan nasi padang yang disajikan di tempatnya langsung.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Follow Berita iNewsSumbar di Google News

Bagikan Artikel: