Beli Ponsel Pakai Uang Palsu, Duo Sekawan di Payakumbuh Ditangkap Polisi

Antara ยท Selasa, 28 Juli 2020 - 09:28 WIB
Beli Ponsel Pakai Uang Palsu, Duo Sekawan di Payakumbuh Ditangkap Polisi
Uang Palsu (Foto: iNews/Irwan)

PAYAKUMBUH, iNews.id - Jajaran Polres Payakumbuh menangkap dua orang pembuat dan pengedar uang palsu. Keduanya ditangkap karena menggunakan uang palsu tersebut untuk membeli telepon genggam dengan total Rp17 juta.

Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan mengatakan, kedua pelaku yakni Muhamad Ali dan Alif. Keduanya ditangkap di dua lokasi yang berbeda.

"Pelaku Ali ditangkap di Kota Padang Panjang Minggu (26/7/2020) sekitar pukul 09.30 WIB. Sedangkan Alif, ditangkap di Kota Solok sekitar pukul 17.30 WIB," kata Dony, Selasa (28/7/2020).

Dony mengatakan, dari hasil pemeriksaan, pelaku beraksi sebanyak dua kali, yakni di Kota Payakumbuh dan Kota Solok. Mereka membeli ponsel dalam jumlah banyak

"Kemudian dibayar dengan campuran uang palsu dan asli," katanya.

Dony melanjutkan, kedua pelaku ditangkap setelah polisi menerima laporan dari korban. Laporan itu tertuang dengan nomor: LP/K/225/VII/2020/Res, tanggal 24 Juli 2020. Laporan itu dibuat oleh konter Pagaruyung Ponsel yang berlokasi di Jl Tan Malaka, Kelurahan Parik Muko Aia, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori.

Dari laporan itu, polisi melakukan penyelidikan. Dari hasil pemeriksan, akhirnya mendapat identitas pelaku dan berhasil menangkapnya.

Selain menangkap pelaku, polisi menyita barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat, satu unit printer merek EPSON, warna hitam, satu unit HP Iphone 7 Plus, satu unit HP Oppo Reno 3, satu unit ponsel Samsung e1272, satu buah pisau cutter warna merah, setengah rim kertas HVS warna merah dan setengah rim kertas cover paper warna putih.

"Total uang palsu yang disita senilai Rp25,9 juta. Uang palsu yang disita dari tersangka senilai Rp11,9 juta dan yang disita dari korban senilai Rp14 juta," kata dia.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 244 jo Pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto