Duh, 2.598 Anak di Dharmasraya Menderita Stunting

Antara ยท Senin, 27 Juli 2020 - 14:35 WIB
Duh, 2.598 Anak di Dharmasraya Menderita Stunting
Ilustrasi stunting pada anak (Antara)

DHARMASRAYA, iNews.id - Sebanyak 2.598 anak berusia di bawah lima tahun di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami stunting, kekurangan gizi kronis. Hal ini yang mengganggu pertumbuhan anak sehingga badannya lebih pendek dibandingkan rata-rata tinggi anak-anak seusianya.

"Meskipun masih ada kasus, namun persentase stunting di Dharmasraya masih di bawah angka nasional yang mencapai 20 persen," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Dharmasraya, Busnawir, Senin (27/7/2020)

Busnawir melanjutkan, angka stunting 17,7 persen didapat berdasarkan hasil pemantauan Dinas Kesehatan pada awal tahun 2020 dan kondisinya bisa berubah dalam pemantauan status gizi anak selanjutnya.

Menurut dia, pemantauan status gizi anak biasa dilakukan setiap bulan Februari dan Agustus setiap tahun. Pada tahun 2019, jumlah anak yang mengalami stunting tercatat 2.067 atau 16,6 persen.

"Terjadi peningkatan di awal tahun ini," kata dia.

Lebih lanjut Busnawir mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan stunting pada balita, termasuk rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan ibu dan anak, sanitasi yang buruk, dan infeksi berulang.

"Untuk menekan kasus stunting, Dinkes menjalankan program Bidadari Keluarga atau bidan datang dengan asuhan mandiri kepada keluarga," katanya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga memiliki program kelas ibu hamil dan ibu balita.

"Sayangnya, partisipasi warga dalam mengikuti kegiatan ini masih rendah sehingga kita maksimalkan dengan program Bidadari Keluarga," kata Busnawir.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto