Pengedar Sabu Asal Dharmasraya Ditangkap, Punya Senpi Rakitan dan Peluru Pindad

Budi Sunandar ยท Kamis, 23 Juli 2020 - 12:41:00 WIB
Pengedar Sabu Asal Dharmasraya Ditangkap, Punya Senpi Rakitan dan Peluru Pindad
Polisi mengamankan senjata api rakitan laras panjang (Budi Sunandar/iNews)

DHARMASRAYA, iNews.id - Jajaran Polres Dharmasraya menangkap dua pengedar narkoba kelas kakap yang membekali diri dengan senjata api. Keduanya diketahui bernama Supardi S (35) dan Hari (61).

Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah mengatakan, keduanya warga Jorong Sungai Jerinjing Nagari, Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar).

Kedua pelaku, kata Aditya, ditangkap setelah polisi mendapatkan laporan dari masyarakat jika ada transaksi narkoba di wilayah hukumnya. Berbekal informasi itu, polisi melakukan penyelidikan.

Polisi yang sudah mengetahui keberadaan pelaku langsung melakukan penggerebekan di sebuah warung di pinggir jalan di daerah Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya.

"Di sana kami menangkap Supardi yang sedang menunggu rekannya bernama Hari. Pelaku Hari sudah ditangkap sebelumnya," kata Aditya, Kamis (23/7/2020).

Usai menangkap pelaku, polisi melakukan penggeledahan, hasilnya ditemukan barang bukti tiga bungkus narkoba jenis sabu paket kecil, 10 bungkus paket besar.

"Ada sanjata api laras panjang dan satu kotak amunisi peluru kaliber 45mm," kata dia.

Polisi amankan peluru aktif bikinan pindad dari pengedar narkoba di Sumbar (Budi Sunandar/iNews)
Polisi amankan peluru aktif bikinan pindad dari pengedar narkoba di Sumbar (Budi Sunandar/iNews)

Aditya melanjutkan, dari hasil pemeriksaan, peluru caliber 5.56 X 45mm buatan pindad. Diduga peluru itu milik TNI-AD. Pelaku mengaku senjata itu dibeli seharga Rp4,5 juta dari seseorang di Lampung.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 127 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

"Untuk kepemilikan senjata ilegal akan dikenakan Undang- Undang Darurat," kata Aditya.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto