Kecanduan Lem dan Pertalite, Pemuda di Padang Pariaman Dikurung karena Sering Mengamuk
Pihak keluarga mengaku sempat membawa Syahrul menjalani pengobatan dan rehabilitasi. Namun, keterbatasan biaya membuat proses rehabilitasi tidak dapat dilanjutkan. Biaya rehabilitasi yang mencapai sekitar Rp3 juta per bulan dinilai terlalu berat bagi keluarga.
"Kalau di rumah sakit dia engggak apa-apa terus dipulangkan lagi ke rumah dan kayak gitu lagi dia, cari bensin lagi," kata Upiak, Selasa (19/5/2026).
Bhabinkamtibmas Nagari Anduring, Aipda Ongki Roza, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, pemuda itu memang terpaksa dikurung karena sudah beberapa kali meresahkan warga dan melakukan kekerasan terhadap orang tuanya.
"Untuk pengamanan sementara dilakukan oleh keluarga pintu dikasih teralis dan dari badannya diikat rantai," ujar Aipda Ongki.
Saat ini, keluarga berharap adanya perhatian dan bantuan pemerintah untuk membantu proses pengobatan serta rehabilitasi Syahrul agar dapat pulih dari ketergantungannya.
Editor: Kurnia Illahi