Mahfud MD: Penusuk Syekh Ali Jabber Tetap Diadili Meski Alami Gangguan Jiwa

Budi Sunandar ยท Kamis, 17 September 2020 - 14:40 WIB
Mahfud MD: Penusuk Syekh Ali Jabber Tetap Diadili Meski Alami Gangguan Jiwa
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD (tengah), Kapolda Sumbar Irjen Toni (kiri) dan Gubernur Sumbar Irwan (kanan) (Budi Sunandar/iNews)

PADANG, iNews.id - Kasus penusukan terhadap pendakwah Syekh Ali Jaber terus begulir. Pelaku penusukan bernama Alpin Ardian akan segera diseret ke meja hijau meskipun diduga mengalami gangguan jiwa.

"Kita menjamin Alpin itu akan dibawa ke pengadilan. Kalau mau bilang pelakunya gila biar pengacaranya yang membuktikan di pengadilan," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (17/9/2020).

Mahfud membantah pandangan yang menyatakan jika pelaku gila maka kasusnya akan ditutup polisi karena tidak layak diperkarakan.

"Polisi sudah punya data dan bukti, biar hakim yang memutuskan, kalau kasusnya ditutup polisi nanti dicurigai lagi," kata dia.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini melanjutkan, kasus ini sangat sensitif sehingga tidak bisa diperlakukan sebagaimana kasus umum lainnya yang ditutup jika tersangka dinyatakan gila.

Menurut dia kasus penusukan ulama sebelumnya juga akan diselidiki lagi karena berdasarkan investigasi melihat jaringan dan modelnya sama.

"Orangnya nusuk kiai, belum lama tinggal di daerah itu kemudian dianggap gila," kata dia.

Mahfud mengayakan, pada kasus ini biar pengacara yang membela jika memang tersangka gila termasuk menghadirkan dokter dan saksi-saksi untuk kemudian diputuskan oleh hakim.

Mahfud menceritakan usai kejadian penusukan Ali Jaber awalnya muncul spekulasi bahwa itu adalah pekerjaan rezim. Dia menegaskan kasus itu harus diusut tuntas.

"Kemudian muncul lagi alasan pelaku gila sehingga ada anggapan kasus ini akan ditutup, namun saya memastikan kasus ini akan kita buka dengan terang dan polisi sudah bertindak cepat," katanya.

dari padang sumatra barat budi sunandar inews melaporkan


Editor : Nur Ichsan Yuniarto