Masuk Musim Kemarau, Warga Agam Diminta Tak Bakar-Bakar

Antara ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 10:57 WIB
Masuk Musim Kemarau, Warga Agam Diminta Tak Bakar-Bakar
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Antara)

AGAM, iNews.id - Warga Agam, Sumatera Barat (Sumbar) diimbau agar selalu waspada terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan pembakaran di sekitar hutan atau lahan.

"Berdasarkan prediksi BMKG musim kemarau di Indonesia dimulai pada Juni dan puncaknya pada Agustus-Oktober 2020. Dengan kondisi itu, kami mengimbau warga terutama yang tinggal dan beraktivitas di sekitaran kawasan hutan untuk tidak melakukan pembakaran tanpa terkendali," kata Kepala Resor BKSDA Resor Agam, Ade Putra, Rabu (8/7/2020).

Ade menambahkan, aktivitas warga membakar biasanya dilakukan ketika akan membuka areal perladangan baru dengan tujuan untuk efisiensi waktu dan biaya.

Untuk mencegah hal itu, BKSDA akan meningkatkan patroli pencegahan Karhutla terutama di sekitar lokasi kawasan hutan konservasi.

"Selain itu imbauan dan penyuluhan akan dilakukan secara anjang sana atau kunjungan langsung kepada warga. Kami rutin melakukan patroli dan kunjungan ke warga dalam mencegah karhutla," katanya.

Sebelumnya terjadi kebakaran lahan berupa kebun sawit milik warga seluas 12 hektar di Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara pada Februari 2020. BPBD Agam mengerahkan Satgas untuk memadamkan api yang menjalar ke lahan kelapa sawit itu.

Pemadaman juga melibatkan anggota Damkar Agam, TNI, Polri, Tim Reaksi Cepat PT Mutiara Agam, pemerintah nagari dan lainnya.

"Tim kesulitan untuk memadamkan api, karena lahan merupakan gambut, sumber air cukup jauh dan akses yang cukup sulit," kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto