Transaksi di Pinggir Jalan, 2 Pengedar Sabu di Agam Ditangkap Polisi

Antara ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 08:13 WIB
Transaksi di Pinggir Jalan, 2 Pengedar Sabu di Agam Ditangkap Polisi
Barang bukti sabu (Budi Sunandar/iNews)

LUBUKBASUNG, iNews.id - Jajaran Satres Narkoba Polres Agam menangkap pegawai harian lepas di pemerintahan. Pria berinisial REK (30) ditangkap saat akan bertransaksi sabu-sabu di Titisan Tunggang, Jorong V Sungai Jariang, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung.

"Pegawai harian lepas REK ditangkap bersama temannya AR (25). Keduanya merupakan pengedar kecil-kecilan," kata Kasat Resnarkoba Polres Agam Iptu Awal Rama, Selasa (30/6/2020).

Awal menambahkan, penangkapan kedua pelaku berawal dari laporan masyarakat terkait adanya gerak gerik dua orang yang akan melakukan transaksi narkotika.

"Setelah dapat laporan, anggota langsung menuju lokasi dan menemukan REK sedang bediri di tepi jalan Titisan Tunggang dengan R," kata dia.

Sesampai lokasi, kata Awal, polisi langsung menangkap REK, namun saat akan menangkap R, tersangka langsung melarikan diri sembari membuang bungkusan plastik warna hitam di depan REK.

"R telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO)," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, REK mengakui bungkusan plastik warna hitam itu berisikan sabu-sabu yang diserahkan ke R dan sabu-sabu itu milik AR. Kemudian polisi meminta pelaku untuk mengambil bungkusan plastik warna hitam dan membukanya.

"Bungkusan itu berisikan sepotong kertas timah di dalamnya terdapat satu paket narkotika jenis sabu-sabu dibungkus plastik warna bening," katanya.

Selang beberapa menit, kata Awal, pelaku AR lewat di jalan Titisan Tunggang dengan mengendarai satu unit sepeda motor Homda Supra X 125 D tanpa nomor polisi.

"Kami langsung tangkao AR dan mengakui narkotika jenis sabu-sabu ini miliknya yang telah diserahkan kepada REK. Dari pengakuan AR barang haram itu berasal dari seorang pengedar warga Pakanbaru, Riau," katanya.

Selain menangkap pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu paket sabu-sabu seberat 0,23 gram, uang tunai Rp250.000, alat isap sabu-sabu, dua unit sepeda motor, dua unit telepon genggam.

Atas perbuatannya, kedua tersangka diancam Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 114 ayat (1) Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan sembilan tahun penjara.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto