Modal Foto Editan, Polwan Gadungan Berpangkat AKBP Tipu Suami dan Keluarga Besar

Agung Sulistyo ยท Jumat, 28 Agustus 2020 - 16:33 WIB
Modal Foto Editan, Polwan Gadungan Berpangkat AKBP Tipu Suami dan Keluarga Besar
Wynda, Polwan gadungan yang mengaku berpangkat AKBP ditangkap polisi (Agung Sulistyo/iNews)

PAYAKUMBUH, iNews.id - Sepak terjang Wynda Susanti yang menjadi polisi berpangkat AKBP berakhir sudah. Wanita asal Depok, Jawa Barat (Jabar) ini ditangkap Tim Cheetah Polres Payakumbuh karena melakukan aksi penipuan.

Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan mengatakan, pelaku ditangkap karena menjadi polisi wanita (polwan) gadungan dan menipu warga hingga ratusan juta rupiah.

"Pelaku ditangkap di kediamannya di Depok, Jabar bebeberapa waktu yang lalu. Dia ditangkap setelah polisi menerima empat laporan dari korban," kata Dony, Jumat (28/8/2020).

Dony menambahkan, tak main-main, korbannya adalah suaminya sendiri bernama Sabar dan keluarganya. Penangkapan berawal ketika korban melapor ke Polres Payakumbuh. Mereka merasa ditipu karena merasa sudah memberikan uang ke pelaku agar anaknya bisa masuk ke kepolisian. Berbekal dari laporan itu, penyidik pun bergerak.

"Kami bergerak di rumah suami pelaku bernama Sabar di daerah Muara Enim, Sumsel. Dari pemeriksaan, ternyata pelaku Wynda Susanti berada di Depok. Tim kemudian bergerak ke Depok dan menangkap pelaku di rumahnya," kata dia.

Dony melanjutkan, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku Wynda Susanti selama ini mengaku sebagai anggota Polda Metro Jaya berpangkat AKBP.

"Pelaku mengaku bisa meluluskan calon siswa Bintara Polri. Dia meminta uang ke korban Rp100 juta. Alasannya untuk pelicin," kata dia.

Namun, setelah memberikan uang secara bertahap lewat transfer ATM, anak korban tak kunjung masuk menjadi polisi. Tak terima menjadi korban penipuan, korban akhirnya lapor ke polisi.

"Untuk meyakinkan korban, pelaku kerap memamerkan foto menggunakan pakaian dinas Polisi yang diedit dengan aplikasi," katanya.

Lebih lanjut Dony mengatakan, tercatat ada empat korban dari Polwan gadungan ini. Dua warga Kabupaten Limapuluh Kota dan satu warga Payakumbuh, Sumbar.

"Kemudian satu warga Muara Enim Sumsel. Kerugian mencapai ratusan juta," kata dia.

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus penipuan ini untuk mengetahui adanya korban-korban lainnya.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto