PBM Tatap Muka di Kabupaten Solok Ditunda Sementara, Ini Alasannya

Antara · Sabtu, 09 Januari 2021 - 14:45:00 WIB
PBM Tatap Muka di Kabupaten Solok Ditunda Sementara, Ini Alasannya
Siswa SD di Padang saat mengikuti sekolah tatap muka. (foto: iNews/Budi Sunandar)

SOLOK, iNews.id - Proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka di kelas di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) ditunda sementara. Tenaga pendidik di daerah itu harus dites usap atau tes cepat antigen guna mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Solok Syofiar Syam di Arosuka mengatakan, berdasarkan surat edaran gubernur Sumbar setiap guru pada satuan pendidikan harus melakukan tes usap atau tes cepat antigen sebelum melaksanakan proses pembelajaran tatap muka.

Selain itu, bagi satuan pendidik yang belum melaksanakan tes usap maka proses pembelajaran tetap dilaksanakan secara dalam jaringan (daring).

"Apa bila terdapat sekolah yang melanggar surat edaran ini akan diberikan sanksi sesuai kewenangan masing-masing," katanya, Jumat (8/1/2021).

Syam mengatakan sebelumnya PBM secara tatap muka telah dilaksanakan sejak Senin (4/1/2021) kemarin di daerah itu. Namun pada saat PBM secara tatap muka tersebut berlangsung kembali dikeluarkan surat edaran gubernur tentang guru diwajibkan melakukan tes usap sebelum PBM.

"Hal itu, bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19. Kalau hasilnya sudah keluar sekolah tatap muka dibuka lagi," ujarnya.

Syam mengatakan saat ini sejumlah guru di daerah itu sudah mulai melakukan tes usap di beberapa tempat berupa di Puskesmas dan rumah sakit terdekat.

Di samping itu, Kepala SDN 08 Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok Umul Khairi mengatakan saat ini kembali memberlakukan PBM secara daring karena guru di sekolah itu belum melakukan tes usap.

"Jumlah guru di SDN 08 sebanyak 12 orang dan jumlah murid 275 orang," ujar dia.

Selain itu, Umul mengatakan SDN 08 telah mempersiapkan PBM tatap muka sesuai dengan protokol Covid-19 berupa menyediakan tempat cuci tangan di setiap kelas, alat ukur suhu, pakai masker dan menjaga jarak dengan menerapkan belajar per sif.

"Sekarang PBM sesuai aturan masuknya shift pagi dari 07.30 WIB -10.00 WIB, shift dua 10.15 WIB-12.45 WIB. Saat ini di sekolah tidak ada jam istirahat dan murid langsung pulang ke rumah," katanya.

Selain itu, dia mengatakan murid diwajibkan membawa bekal ke sekolah karena kantin ditutup untuk mencegah penularan Covid-19.

"Biasanya sebelum pandemi kami juga mewajibkan murid bawa bekal dari rumah," ucapnya.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2