Pemprov Sumbar Waspadai Kasus Impor Covid-19

hermawan H ยท Rabu, 05 Agustus 2020 - 15:09 WIB
Pemprov Sumbar Waspadai Kasus Impor Covid-19
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal (Foto : Diskomifo Sumbar).

PADANG, iNews.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mewaspadai kasus impor Covid-19. Hal ini menyusul ditemukannya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah pulang dari perjalanan dinas.

"Kecepatan Satgas Penanganan Covid-19 di Sumbar dalam melakukan tracking dan tracing terkait adanya konfirmasi ASN positif corona sepulang perjalanan dinas luar daerah dapat meredam keresahan masyarakat," kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal di Padang, Rabu (5/8/2020).

Jasman mengatakan, terkait akan timbulnya klaster baru di lingkungan tempat kerja atau perkantoran. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno merespons dengan mengeluarkan surat edaran Gubernur Sumbar Nomor 360/189/Covid-19/SBR/VIII-2020 tanggal 3 Agustus 2020. Surat itu berisi tentang kewajiban pemeriksaan tes swab aparatur pemerintahan di lingkungan Pemprov Sumbar yang melakukan perjalanan dari luar provinsi.

"Seluruh ASN baik pejabat pemerintah provinsi, kabupaten/kota yang masuk ke Sumbar wajib tes PCR atau wajib tes swab," katanya.

Jasman menjelaskan, saat ini datangnya virus banyak dari luar daerah (importad case) dan berkembang di Sumbar melalui transmisi lokal (local transmission).

“Contoh di Kota Sawahlunto, ada yang datang dari Kalimantan. Sekarang sudah merebak dan terkonfirmasi lebih dari enam orang positif. Masih ada kemungkinan bertambah. Sebab, proses tracking dan tracing masih dilakukan," katanya.

Jasman menambahkan, gubernur telah mewanti-wanti, siapa pun yang masuk Sumbar, baik itu lewat darat, udara maupun laut harus tes PCR.

“Kenapa PCR, karena kita tahu keakuratannya hampir 99 persen, lebih dari rapid. Kita tak ingin lagi terjadi seperti dulu. Ada yang masuk lewat Bandara Internasional Minangkabau, katanya sudah lolos rapid. Ternyata saat kita PCR, hasilnya positif," katanya.

Gubernur Sumbar telah mengambil kebijakan PCR, tanpa biaya alias gratis. Jasman juga menekankan untuk istilah gelombang satu, dua dan tiga, tak ada terminologi tersebut.

“Buat masyarakat, tak ada istilah gelombang satu, dua atau tiga. Saya sudah berkoordinasi dengan pakar epidemiologi, tak ada istilah itu,” katanya.

Kondisi terakhir positif Covid-19 di Sumbar per Selasa (4/8/2020), jumlah terpapar mencapai 987, setelah terjadi penambahan sebanyak 14 orang.

“Empat belas yang positif rata-rata dari luar. Seperti satu keluarga di Kabupaten Agam yang kena setelah balik dari Bengkulu. Makanya, ini yang perlu diwaspadai, penyebaran dari luar daerah,” katanya.


Editor : Tomi Wahyudi