Tanah Longsor Ancam Jalan Lintas Sumatera di Koto Alam Sumbar

Agung Sulistyo ยท Minggu, 22 Desember 2019 - 16:34 WIB
Tanah Longsor Ancam Jalan Lintas Sumatera di Koto Alam Sumbar
Tanah longsor mengancam ruas jalan lintas Sumatera di Koto Alam, Limapuluhkota, Sumbar. (Foto: iNews/Agung Sulistyo)

LIMAPULUHKOTA, iNews.id – Curah hujan tinggi disertai tanah longsor membuat jalur lintas Sumatera di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat terancam terputus. Hal itu ditandai dengan terjadinya tanah longsor hingga menutupi jalan.

Longsor cukup parah terjadi di kawasan Koto Alam. Dinding tebing yang sudah dipasang batu bronjong ini sempat ambrol diterjang longsor mengakibatkan setengah badan jalan lintas Sumatera tertutup.

Walaupun sudah dibersihkan, namun tanah longsor masih menghantui kawasan tersebut karena curah hujan tinggi. Material tanah dan batu serta bronjong di kawasan tersebut belum sepenuhnya longsor. Curah hujan tinggi juga memperparah kerusakan di kawasan simpang tiga Koto Alam.

BACA JUGA: 2 Jembatan Putus akibat Banjir di Sumbar, 200 KK Terisolasi

Sementara itu fenomena tanah bergerak akibat curah hujan tinggi memperparah kondisi jalan dan rumah warga yang terancam tanah longsor. Sebelumnya dilaporkan rumah dan jalan di kawasan itu amblas sekitar satu setengah meter.

Retakan akibat amblas kini sudah mencapai empat meter dan kondisi jalan juga sudah mengalami keretakan yang cukup panjang. Pemilik rumah yang terdampak mengungsi ke daerah yang aman sementara waktu.

BACA JUGA: Longsor Timbun 3 Rumah di Nagari Koto Sani Solok, Akses Jalan Putus

Warga mengatakan penyebab utama longsor mengancam kawasan tersebut karena curah hujan tinggi. “Keadaan seperti ini sudah lima hari, karena sudah mulai turun hujan terus sekarang,” kata warga bernama Aidil.

Sejumlah pihak berwenang dibantu warga saat ini sudah mengupayakan perbaikan jalan yang amblas. Upaya tersebut menemui tantangan berupa cuaca tidak menentu dan arus lalu lintas yang ramai. Untuk sementara warga menerapkan sistem buka tutup jalan dan membatasi muatan kendaraan yang melintas sebagai antisipasi longsor.


Editor : Rizal Bomantama