Viral Video Pria di Padang Mukanya Berlumuran Darah, Begini Kata Polisi
PADANG, iNews.id - Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Lija Nesmon buka suara terkait viralnya video yang memperlihatkan seorang pria di Padang, Sumbar berlumuran darah dan buta. Menurutnya, petugas tidak bertindak represif kepada pria yang diketahui bernama Awaludin Rao.
"Tidak benar ada tindakan represif dalam kejadian itu, kami menyayangkan video yang viral seolah-olah kami telah melakukan tindakan (represif)," kata AKP Lija Nesmon, Senin (19/7/2021).
Lija menambahkan, video tersebut tidak menayangkan kejadian secara utuh sehingga menimbulkan pengertian yang keliru di tengah masyarakat.
Lija menceritakan, insiden itu berawal ketika Awaludin Rao dan temennya hendak masuk ke Padang lewat pos penyekatan Lubuak Paraku pada Jumat dini hari (16/7/2021) sekitar pukul 02.30 WIB.
Kendaraan tersebut kemudian dihentikan oleh petugas untuk memeriksa dokumen pengemudi yakni syarat untuk bisa masuk Kota Padang dalam masa PPKM darurat. Syarat tersebut berupa surat keterangan vaksin, atau hasil tes PCR atau antigen yang menyatakan bebas Covid-19.
Tapi, dia bersama rekannya tidak bisa menunjukkan persyaratan tersebut, sehingga diminta putar balik oleh petugas.
"Saat diminta putar balik itulah pengemudi ini tidak terima, protes, dan mulai memprovokasi petugas," kata Lija.
Lija melanjutkan, Awaludin Roa juga terus menolak ketika diminta masuk ke mobil untuk putar balik. Tak lama berselang, wajah laki-laki tersebut tampak berdarah dan dia mengaku ditusuk petugas dengan pulpen.
Karena keterangan tersebut akhirnya Lija Nesmon meminta Awaludin Rao menunjukkan petugas mana yang telah menusuknya, namun dia tidak bisa menunjukkan.
"Dalam video yang viral sang pengemudi juga mengaku telah ditusuk dan matanya menjadi buta, padahal luka terjadi di bagian pelipis dan kami yang mengantarkannya ke rumah sakit," katanya.
Dalam video itu, Awaludin Rao menyampaikan bahwa dia merupakan warga Padang, dan pergi ke Solok sekitar setengah jam untuk melihat truknya yang mengalami kecelakaan. Dia mengaku telah mendapatkan izin dari petugas pos ketika hendak meninggalkan Padang.
"Ketika kami tanya petugas mana dia mengaku lupa, ketika diminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) nya dia tidak mau menunjukkan," katanya.
Oleh karena itu ia sangat menyayangkan video tersebut viral di media sosial karena dinilai tidak utuh dan lengkap, sehingga memberikan stigma negatif kepada petugas.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto