Satpol PP Padang Amankan Belasan Pengemis dan Anak Jalanan

hermawan H ยท Minggu, 31 Mei 2020 - 09:16:00 WIB
Satpol PP Padang Amankan Belasan Pengemis dan Anak Jalanan
Satpol PP Padang Razia anak jalanan, gelandangan dan pengemis ( Foto: Humas Satpol PP)

PADANG, iNews.id  - Belasan pengemis, pengamen dan anak jalanan, diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang. Mereka diamankan karena berkeliaran  di perempatan lampu merah.

Kasatpol PP Kota Padang Alfiadi mengatakan total keseluruhan yang diamankan sebanyak 15 orang, di antaranya tujuh orang pengamen dan delapan orang pengemis, mereka semua diamankan oleh anggota yang sedang berpatroli di seputaran Kota Padang.

"Selain mengajak masyarakat untuk selalu menggunakan masker, petugas yang berpatroli juga melakukan pengawasan terhadap anak jalanan, gelandangan dan pengemis," kata Alfiadi di Markas Satpol PP Padang, Sabtu (30/5/2020).

Pengemis dan pengamen tersebut beroperasi di lampu merah Khatib Sulaiman depan lamun ombak, lampu merah Iman Bonjol, lampu merah Ujung Gurun, lampu merah Telkom Padang Baru dan Simpang Kandang.

"Mereka semua melanggar Perda 11 tahun 2005 tentang Trantibum. Selanjutnya, yang telah diamankan akan diserahkan petugas ke Dinas Sosial Kota Padang untuk dilakukan pendataan dan pembinaan lebih lanjut," katanya.

Kebanyakan dari anak jalanan, gelandangan dan pengemis tersebut, merupakan orang-orang baru yang mengemis di lampu merah, serta mereka yang mengemis dari rumah-rumah dan warung beralih ke jalanan saat sore hari.

Alfiadi mengajak seluruh masyarakat  Padang agar memberi sumbangan tepat sasaran.

"Silakan memberi namun jangan di lampu merah, jika kita ikut memberi di lampu merah, berarti kita juga ikut mengajak mereka untuk hidup di jalanan," kata dia.

Selain itu, Satpol PP Padang akan terus melakukan pengawasan sekaligus akan mengejar dan mempidanakan, jika ditemukan adanya oknum atau orang tua yang mengeksploitasi anak di bawah umur.

"Kita akan kejar terus terhadap para oknum yang mempekerjakan anak-anak. Karena yang dilakukan jelas kriminalisasi terhadap anak dan akan diproses secara hukum oleh pihak yang berwajib," katanya..


Editor : Tomi Wahyudi