Rakorda, Ketua DPD Gerindra Sumbar Minta Kader Kerja Keras Menangkan Prabowo di Pilpres 2024

Wahyu Sikumbang · Kamis, 08 April 2021 - 20:24:00 WIB
Rakorda, Ketua DPD Gerindra Sumbar Minta Kader Kerja Keras Menangkan Prabowo di Pilpres 2024
Rapat Konsolidasi dan Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Partai Gerindra Sumbar di Kota Bukittinggi. (Foto: iNews/Wahyu Sikumbang)

BUKITTINGGI, iNews.id - Ketua DPD Partai Gerindra Sumatra Barat (Sumbar) Andre Rosiade meminta semua kader bekerja keras untuk memenangkan partai di Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Gerindra berencana kembali mendukung dan memenangkan Prabowo Subianto menjadi calon presiden. 

Hal ini disampaikan Andre dalam rapat konsolidasi dan koordinasi daerah (Rakorda), Rabu-Kamis (7-8/4/2021) di Kota Bukittinggi. Rakorda langsung dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Gerindra Ahmad Muzani.

"Kita akan bekerja keras kembali mendukung pak Prabowo Subianto menjadi Presiden 2024. Bekerja keras bukan hanya berteriak-teriak, tapi turun ke masyarakat membantu mereka yang sedang kesusahan," kata Andre Rosiade. 

Andre Rosiade mengatakan, tantangan Gerindra sangat besar di 2024. Apalagi tahun 2019 memenangkan pileg, pilpres, dan mempertahankannya sangat susah. "Apalagi lawan-lawan politik juga terus memainkan isu tenggelamkan Gerindra. Cara melawannya adalah dengan kerja nyata dan turun ke masyarakat," kata anggota Komisi VI DPR RI itu. 

Dia mengingatkan kepada semua pengurus mempersiapkan persyaratan verifikasi partai. Selanjutnya, koordinasi Fraksi DPRD Kabupaten/Kota harus terus berlanjut. "Jangan beda pendapat. Teruslah fraksi berkoordinasi dengan DPC. Kami tidak ingin mendengar ada yang ribut-ribut dan akan menindak tegas yang melanggar," katanya. 

Andre Rosiade juga mengatakan, kehadiran Sekjen Partai Gerindra yang rutin dan berkala ke daerah itu menunjukkan DPP Gerindra sangat memperhatikan Gerindra Sumbar. Tahun lalu sebelum Covid-19, DPP juga hadir saat ulang tahun ke-12 Gerindra. 

Sementara Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani meminta semua melihat sejarah politik Indonesia modern, terutama setelah reformasi. "Pada 1999 yang menang PDIP, tapi yang menang Pilpres Gusdur PKB. Pada 2004 yang menang Golkar, yang jadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada 2009 Demokrat menang dan Presiden SBY. Lalu, 2014 dan 2019 pemenang PDIP dan pemenang Pilpres Jokowi dari PDIP," katanya. 

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2 3