Takut Makan Anak-Anak, Biawak Besar Dievakuasi Warga Bukitinggi

Wahyu Sikumbang ยท Kamis, 10 September 2020 - 11:24:00 WIB
Takut Makan Anak-Anak, Biawak Besar Dievakuasi Warga Bukitinggi
Seekor biawak dievakuasi karena membahayakan anak-anak di Bukittinggi (Wahyu Sikumbang/iNews)

BUKITTINGGI, iNews.id - Warga Banto Darano, Kelurahan Campago Guguak Bulek, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi, Sumatera Barat digegerkan dengan kemunculan seekor biawak. Biawak besar itu tiba-tiba melintas di permukiman kemudian bersembunyi di tumpukan kayu di belakang rumah warga.

Warga khawatir biawak yang diduga keluar dari habitatnya untuk mencari makan ini menyerang anak-anak yang kerap bermain di lapangan.

"Awalnya terlihat di sana, coba dikejar tapi lepas, terus lari bersembunyi di tumpukan kayu, di belakang ini ada sawah dan kolam, takutnya anak-anak kan ramai main di sini," kata warga Banto Darano bernama Dedet saat ditemui di lokasi, Kamis (10/9/2020).

Dedet menambahkan, karena khawatir, dia dan warga melapor ke petugas tim penyelamat satwa B-Reptanic. Tak lama setelah menerima laporan, petugas pun datang ke lokasi dan berupaya menangkap biawak.

Evakuasi kadal besar ini berlangsung dramatis, karena kepala biawak yang muncul dari balik tumpukan kayu sempat akan menyerang tangan petugas. Setelah beberapa lama mencoba, satwa jenis reptil ini akhirnya berhasil dievakuasi.

Petugas penyelamat hewan bernama Waldi mengatakan, biawak itu berhasil dievakuasi setelah salah seorang petugas memegang ekor sementara petugas lain menangkap kepala biawak tersebut.

"Tadi kesulitan evakuasi hanya karena di dalam tumpukan kayu sehingga tangan saya luka gores kena kayu, kemunculan biawak ini mungkin karena pergantian suhu," kata dia.

Waldi menambahkan, faktor lainnya seperti makanannya seperti katak tikus yang diracun dan ular yang sering diburu sehingga biawak beralih ke pemukiman.

"Ya untuk mencari mangsa, biawak ini bahaya kalau menyerang anak-anak," kata dia.

Biawak yang berhasil ditangkap dimasukkan ke dalam karung lalu dibawa ke sekretariat B-Reptanic untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya yang jauh dari permukiman.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto