68 Kali Dapat Surat Peringatan dari Satpol PP, PKL di Padang Masih Jualan di Trotoar

hermawan H ยท Kamis, 06 Agustus 2020 - 18:16 WIB
68 Kali Dapat Surat Peringatan dari Satpol PP, PKL di Padang Masih Jualan di Trotoar
Satpol PP Kota Padang saat menertibkan PKL (Foto : Humas Satpol PP).

PADANG, iNews.id -  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang sudah mengeluarkan 68 surat panggilan dan peringatan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tetap membandel menggunakan trotoar dan badan jalan untuk berjualan. Surat panggilan itu dikeluarkan sejak Rabu (01/7/2020) hingga Rabu (5/8/2020), sebagai langkah tindakan secara persuasif kepada warga yang melanggar perda.

"Kami adalah pelayan bagi masyarakat. Bagi pelanggar perda tindakan utama tetap persuasif dan humanis kepada warga. Jika tidak juga diindahkan, kami lanjutkan teguran tulisan," kata Kasatpol PP Kota Padang Alfiadi di Mako Satpol PP, Kamis (6/8/2020).

Alfiadi mengatakan, jika masih didapati para PKL berjualan di badan jalan dan trotoar, akan diberikan tindakan tegas untuk menegakkan aturan. Tindakan tegas yang diberikan petugas berupa membawa barang dagangannya ke Mako Satpol PP Kota Padang dan dilanjutkan ke pengadilan untuk disidangkan.

"Kita akan tindak pidana ringan (tipiring) kan barang dagangannya, jika masih main kucing-kucingan. Ini semua kita lakukan demi menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat Kota Padang," katanya.

Alfiadi mempersilakan para pedagang untuk berusaha atau berdagang. Namun, harus mematuhi aturan-aturan yang ada, agar semua masyarakat juga mendapatkan haknya.

"Kami tidak melarang berdagang, akan tetapi pedagang kaki lima harus mematuhi aturan yang ada. Ada tempat-tempat yang sudah ditata dan diperbolehkan untuk itu," katanya.

Alfiadi menjelaskan, waktu berdagang yang tidak dibolehkan saat orang-orang sibuk. Seperti, pagi sampai sore hari dan itu pun tidak sampai menutup trotoar untuk berdagang.

"Jangan pula hak pejalan kaki hilang dan mereka harus turun ke jalan raya untuk jalan. Jangan sampai rumput atau tanaman hancur. Berdagang pun jangan di badan jalan yang membuat pandangan pengendara terhalang," katanya.

Alfiadi mengimbau, agar tidak sampai kepada langkah persidangan, dirinya sangat berharap warga Kota Padang agar proaktif untuk mematuhi aturan-aturan yang berlaku.

"Harapan kita bersama, Kota Padang ini bisa terlihat bersih, indah dan tertata. Tentu itu semua tidak terlepas dari perannya warga Kota Padang. Satpol PP hadir sebagai pelayan masyarakat melakukan penataan, mengatur serta menertibkan yang tidak tertib," katanya.


Editor : Tomi Wahyudi